Inflight wifi domestic flight Indonesia

February 03, 2019
Hari ini saya menikmati in-flight wifi di pesawat domestic Indonesia besutan plat merah dengan  pelayanan LCC class 4 skytrack
Diketinggian 37.000 kaki saya video call dengan anak saya usia 11 tahun. Saya informasikan bahwa papa VC (Video Call) dengan dia dari dalam pesawat. Seketika saya melihat wajahnya sedikit penasaran dan seolah tidak percaya. Sembari dia bertanya kembali . Dari atas pesawat???.. lalu saya meng-ya-kan dengan menundukkan kepala supaya dia semakin yakin.
Selama dalam perjalanan saya menerawang jauh ke depan. Alangkah melesatnya kemajuan teknology saat ini. Saya masih ingat proses demi proses perubahan jaman dan teknology . Dulu hanya orang kaya dan orang businessman yang pakai pager. Menempel di sejajar pinggang . Lalu Bunyi seolah bersiul .Membuat orang disekitarnya Terkesima. Lalu masuk ke teknology simbian. Dimana awal matinya teknology jaringan kabel.. lalu masuk teknology android dengan mengusung teknology canggih nirkabel berbasis wifi 
Hampir semua jagat raya saat ini di penuhi oleh sinyal berbasis 3G dan 4G
Namun bagaimanakah kehidupan anakku kedepan?. Saya mengikuti pola kurikulum sekolahnya ketika malam sebelum tidur ikut nimbrung dalam belajar malamnya.. sesekali saya membaca pola dialog serta nalar berpikirnya . Keinginan mandirinya dan spirit fighter nya saya rasakan kurang. Padahal dia sedang memasuki era yang sangat luar biasa. Era dimana hidup di kelola oleh jaringan 4G berbasis nirkabel. Lotus dengan slogan kerennya  WYSIWYG : what you see is what you get benar benar menjadi kehidupan nyata saat ini. Semuanya ada di genggaman android anda .
Menghadapi era teknology Nirkabel raksasa saat ini kita cenderung menjadi mangsa. Lihatlah Whatsapp dan facebook besutan Yahudi paman sam. Kita menjadi pemakai aktif terbesar di dunia. Lalu ada line . Besutan jepang . Ada kakao .besutan korea. Ada wechat besutan china dan dari semua platform itu kita selalu menjadi mangsa.

Anakku!!! saya melihat bahwa waktu dan pola belajarmu harus berbeda saat papa seusiamu. Kamu harusnya bisa melihat  4 sisi saat dikala papa seusiamu hanya mampu melihat hanya 2 sisi.
Kamu harus bertarung dengan orang asing untuk menciptakan software dan games yang kedepannya menjadi kebutuhan primer kalian. Kamu harus bisa berinteraksi dengan seluruh dunia dengan satu bahasa keseragaman bahasa bisnis berteknology.
Jamanmu tidak perlu lagi bisnis traditional dengan investasi besar . Ruko . Stock . Dan Karyawan. Kamu hanya butuh teknology in-hand berbasis nirkabel . Memanfaatkan androidmu menjadi tool utama hidupmu ke depan. Mempelajari bahasa program sehingga kebutuhan manusia itu terkonsep dengan system WYSIWYG
Kamu sesekali harus memikirkan bahwa ke depan mengisi batere handphonemu-pun nanti juga bisa di kirim seperti mengirim pulsa

Belajarlah Nak!! . Supaya kamu bisa beridiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan orang orang asing di masa depanmu!!!

Nimrod Sitohang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.