PENGALAMAN MENJADI KPPS PADA PILPRES DAN PILEG SERENTAK 2019

April 25, 2019
KPPS 11 TAMAN DUTA MAS
Menyikapi banyaknya anggota KPPS yang jatuh sakit dan bahkan meninggal dalam perhelatan akbar pileg dan pilpres serentak 17 April 2019, saya sebagai anggota KPPS tertarik untuk menuliskan serta menceriterakan bagaimana pekerjaan KPPS pada hari "H"pemilihan yang lalu.

Berita di media massa nasional baik cetak dan elektronik, serta melalui media sosial menjadi viral, memberitakan bahwa hingga tanggal 25 April  sudah ada seratusan lebih orang yang meninggal, serta 800 ratusan yang jatuh sakit



Link Berita:

  1. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48025730
  2. https://news.detik.com/berita/d-4523413/kpu-total-petugas-kpps-sakit-saat-bertugas-883-meninggal-144-orang
  3. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190424191235-32-389356/kpu-144-petugas-kpps-meninggal-pada-pemilu-2019

Tidak bisa di pungkiri, bahwa pekerjaan KPPS pada saat hari H adalah benar benar pekerjaan yang sangat melelahkan, dari 7 orang KPPS yang bertanggung jawab dalam 1 TPS , hampir semua waktu dari jam 5 pagi sampai jam 3 dinihari bahkan sampai jam 5 dinihari tidak ada yang terbuang, dan bahkan ada yang menuntaskannya sampai keesokan harinya, semua anggota KPPS di jejali dengan pekerjaan fisik dan pekerjaan otak, beban dan tanggung jawab benar benar di kuras pada saat itu.

Tanggung jawab fisik dapat saya jabarkan dalam 7 item berikut;

  1. Membagikan form C6 kepada pemilih DPT sebelum hari H. 
  2. Memastikan perlengkapan dalam TPS telah tersedia dengan benar dan komplet.
  3. Menyiapkan tenda (pada beberapa TPS-TPS yang tidak tersedia fasilitasnya)
  4. Menyiapkan Kursi
  5. Menyiapkan Papan plano,
  6. Menempelkan daftar pemilih tetap dalam lokasi TPS. 
  7. Accessories accessories TPS lainnya

Tanggung jawab Otak berhubungan dengan tanggung jawab moral serta attitude yaitu;
  1. Menyajikan perhelatan dalam TPS se-profesional mungkin
  2. Melayani para pemilih dengan baik serta objective
  3. Menjaga prinsip LUBER secara transparant
  4. Memastikan semua Saksi dan Pengawas serta pengamat berada pada porsi SOP masing masing
  5. "Berkomunikasi" , ber-argumentasi serta meyakinkan para saksi , bahwa para penyelenggara KPPS benar benar JUJUR dan ADIL
  6. Melaporkan puluhan rangkap form C1 dalam bentuk tulisan tangan dan memastikan telah ditanda-tangani oleh pengawas dan saksi.
  7. Hal lainnya yang berhubungan dengan tanggung jawab bahwa KPPS dengan TPSnya sebagai ujung tombak prinsip LUBER, JURDIL dalam pesta demokrasi kali ini.


KPPS TPS-11 TAMAN DUTA MAS

Sehari sebelumnya, yaitu tanggal 16 April 2019, kami satu hari full berada di lokasi TPS, dan membangun serta menyiapkan beberapa perlengkapan yang berhubungan dengan TPS  yaitu: membuat tenda dan papan perhitungan plano, kebetulan lokasi TPS kami berada pada area  lintasan jalan masuk ke area perumahan TDM, dan kami harus menyiapkan 100% kebutuhan sesuai dengan standard TPS dari KPU, kami memasang tenda, meja, kursi dan perlengkapan lainnya, keesokan harinya, tepat  pada pukul 5 dinihari , kami sudah berada di lokasi TPS, memastikan kotak suara sudah harus berada di lokasi TPS, setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang ditunjuk di area TPS , kami harus menjemput kotak suara ke kantor KPU (kelurahan) dengan pengawalan dari pihak kepolisian, di awali dengan menyayikan lagu kebagsaan Indonesia raya, serta membacakan sumpah KPPS , akhirnya tepat jam 7 Pagi, TPS mulai di buka untuk proses pencoblosan. 

Tanggung jawab anggota KPPS menjadi sangat begitu melelahkan adalah karena  100% pekerjaan setelah proses pencoblosan adalah manual, ibarat pekerjaan seorang tukang jahit pemula, setelah dia mengukur badan si pelanggannya, maka si tukang jahit pemula harus berinovasi sendiri secara cepat untuk menemukan satu system bagi dirinya untuk mempermudah pekerjaannya. menemukan system pekerjaan KPPS tersebut tidak semudah yang dituliskan dalam buku panduan yang di bagikan oleh KPU, karena dari 7 orang anggota KPPS, tidak semua pemahamannya sama dengan JUKLAK KPPS dalam panduan. asumsi yang salah otomatis akan memperburuk kerja team dalam KPPS tersebut. 

Memahami cara kerja KPPS adalah perpaduan antara kekuatan Fisik serta kecepatan otak dan nalar. memahami dan mengerti akan flow chart serta SOP KPPS yang tidak sama bagi semua anggota, banyaknya form yang harus di isi, banyaknya amplop kertas suara dengan nomer seri yang berbeda beda, banyaknya PLANO untuk DPR Provinsi, serta Plano DPR kota, membuat kepala dan gerak anggota badan tidak matching, energy benar benar terkuras, perhitungan form C1 rata rata dimulai dari jam 3 Sore. 

Usia dan knowledge adalah 2 hal penting menurut saya yang harus diperhatikan dalam kerja team KPPS kali ini, usia tua akan sangat rentan dengan capek, capek oleh karena kerja sampai larut malam, kualitas penerangan yang buruk akan mempengaruhi tingkat stress si KPPS, (untuk TPS di outdoor) serta sirkulasi udara yang  buruk (untuk TPS Indoor),  menahan rasa haus dan lapar bisa jadi terjadi saat-saat dimana para peserta pemilih DPT, DPTb dan DPK sudah Antri sejak pagi hari sampai sore hari. Knowledge adalah berhubungan dengan pemahaman cara kerja dari KPPS, ibarat flow chat , ada 3 bagan utama penting dalam proses produksi, yaitu INPUT, PROSES dan OUTPUT, diantara ketiganya ada link yang saling berhubungan, INPUT terdiri atas manusia, yang tercantum dalam DPT, DPTb dan DPK, semuanya harus memperhatikan KTP serta Form A5. lalu berproses selanjutnya menghasilkan laporan final Form C1 serta Form C1 Berhologram. 

Ketua KPPS menjadi orang yang sangat penting dalam menjaga irama kerja tim KPPS kali ini, diperlukan paling tidak 2 atau 3 orang yang benar benar menjadi leader , sehingga ritme kerja dari seluruh anggota KPPS benar benar se irama.

Pengalaman pertama sebagai anggota KPPS dalam perhelatan akbar ini, menjadi tantangan tersendiri bagi saya, menuntaskan pekerjaan dengan baik dan benar menjadi beban moral sehingga TPS yang oleh KPPS sebagai peluru pertama dalam keberhasilan LUBER , JURDIL dalam perhelatan kali ini bisa terlaksana dengan baik. 

MENGAPA SAMPAI ADA YANG JATUH SAKIT BAHKAN MENINGGAL?

System pelaporan yang begitu jlimet dan rumit, akan menguras banyak waktu, di tambah lagi adanya kesalahan perhitungan tidak matchingnya jumlah surat suara dengan jumlah surat suara SAH dan surat suara Gagal, akan mengakibatkan pengulangan perhitungan, menghitung kehilangan satu surat suara hampir sama dengan mencari 1 jarum benang dalam tumpukan jerami, akibat otak yang lelah serta fisik yang sudah capek. mengakibatkan para KPPS yang sudah usia tua serta punya kronologis suatu penyakit , tentu akan membuat stress dan bertambah sakit, stress dan kecapekan akan membuat banyak hal hal yang tidak di inginkan dalam tubuh setiap manusia.

Dari rangkaian kegiatan tersebut saya dapat menyimpulkan;
  1. Seyogyanya KPPS adalah orang yang cakap , baik fisik serta knowledgenya
  2. Memahami cara kerja PILPRES dan PILEG Kali ini, dibutuhkan rangkaian pelatihan serta simulasi simulasi 
  3. System recruitment anggota KPPS , seyogyanya mereka di rekrut sebagai tenaga kerja full timer paling tidak 1 bulan sebelum hari H

VIDEO PERHITUNGAN SURAT SUARA SAH DAN TIDAK SAH PILPRES






Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.