PENIPUAN OLEH APLIKASI GOOGLE PLAY

April 22, 2019
Applikasi dalam Android

Apakah Android anda sering hang, atau anda merasa data dalam android anda sering di " acak-acak". atau tiba tiba message anda hilang?. jikalau android anda mengalami hal tersebut, segeralah periksa software yang terpasang dalam android anda.
bisa jadi salah satu applikasi yang terpasang adalah aplikasi yang mencuri data dari andorid anda

seperti di tulis oleh medcom.co.id  dan tempo.co; ada banyak app store dalam google play yang dapat mencuri data dari andorid anda


Jakarta: (Medcom.co.id) Delapan aplikasi Android di Google Play Store dengan jumlah pengunduh lebih dari 2 miliar ikut serta dalam praktek penipuan.
Tujuh dari delapan aplikasi itu milik Cheetah Mobile, perusahaan asal Tiongkok sementara satu aplikasi sisanya dimiliki oleh Kika Tech, perusahaan Tiongkok yang bermarkas di Silicon Valley.
Dua perusahaan ini ditemukan telah memanfaatkan izin aplikasi untuk memonitor pengunduh baru dan melakukan penipuan komisi yang didapatkan dari pengunduhan aplikasi. Nilai penipuan ini mencapai jutaan dollar, menurut data dari perusahaan analitik aplikasi Kochava. 
Dalam skema ini, perilaku pengguna memang dimonitor. Namun, skema ini utamanya merugikan developer, yang membayar sejumlah uang pada perusahaan rekan yang membantu mereka untuk mendapatkan pengguna baru.
Normalnya, ketika seorang pengguna mengunduh aplikasi, sang developer akan memeriksa iklan atau tautan mana yang pengguna klik. Mereka kemudian akan membayar pada pihak yang menampilkan iklan atau tautan itu.
Sementara delapan aplikasi ini dilaporkan memonitor pengunduhan baru dan mengklaim bahwa unduhan ini berasal dari mereka, tidak peduli siapa sebenarnya pihak yang menampilkan iklan.
Di beberapa kasus, aplikasi Cheetah Mobile bahkan didesain untuk meluncurkan aplikasi baru yang diunduh agar mereka mendapatkan komisi, lapor The Verge.
Tujuh aplikasi Cheetah Mobile yang diduga terlibat dalam masalah ini antara lain Clean Master, CM File Manager, CM Launcher 3D, Security Master, Battery Doctor, CM Locker, dan Cheetah Keyboard.
Masing-masing aplikasi itu telah diunduh hingga jutaan kali. Aplikasi itu bahkan dipromosikan oleh Google Play.
Cheetah Mobile, yang memang dikenal sering membuat aplikasi berkualitas rendah yang dinamai mirip dengan aplikasi populer agar para pengguna tertipu, kini juga tengah dilaporkan melakukan penipuan terkait jumlah trafik dan pendapatan mereka. Mereka juga dilaporkan membeli review pengguna.
Sementara Keka Keyboard dari Kika Tech juga dilaporkan melakukan skema serupa. Aplikasi ini akan meminta izin untuk memonitor apa yang pengguna ketika. Setelah itu, mereka akan mengklaim komisi dari aplikasi yang pengguna cari.
Kedua perusahaan Tiongkok membantah tuduhan ini, mengatakan bahwa ada SDK (Software Development Kit) pihak ketiga yang menyebabkan aplikasi mereka berlaku seperti ini.
Namun, klaim ini dibantah oleh Kochava, yang menyebutkan bahwa SDK dari aplikasi buatan perusahaan Tiongkok ini memang memiliki skema penipuan.


TEMPO.CO, Jakarta -  Investigasi bersama yang dilakukan oleh Buzzfeed dan perusahaan keamanan Check Point, Metode Media Intelligence dan ESET telah mengungkapkan bahwa enam aplikasi Android asal Cina DO Global telah diam-diam mengambil data dari pengguna.

Menurut laman kitguru, Senin, 22 April 2019, aplikasi tersebut adalah Selfie Camera, Total Cleaner, Smart Cooler, RAM Master, AIO Flashlight dan Omni Cleaner. Semua aplikasi itu telah mendorong klik iklan di latar belakang, terlepas dari apakah aplikasinya terbuka atau tidak.

Seperti yang diketahui, beberapa iklan membuat sidik jari digital pengguna yang terdiri dari informasi pribadi mereka, sistem yang digunakan, dan terkadang perangkat lunaknya.

Pengumpulan data, yang tidak diketahui pengguna tersebut, melanggar Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) UE, belum lagi persyaratan layanan Google.

Menurut Google, perusahaan teknologi itu secara eksplisit melarang penipuan iklan dan penyalahgunaan layanan di Google Play, kemudian menghapus aplikasi dari Store-nya. Pengguna yang sudah memiliki salah satu yang diunduh di atas harus menghapus secara manual jika mereka ingin menjaga privasi mereka.

"Pengembang harus mengungkapkan pengumpulan data pribadi, dan hanya menggunakan izin yang diperlukan untuk memberikan fitur dalam aplikasi. Jika suatu aplikasi melanggar kebijakan, kami mengambil tindakan yang termasuk melarang pengembang untuk dapat dipublikasikan di Google Play Store," kata Google.

Beberapa pengguna Android tidak puas dengan tanggapan Google, dan menilai penghapusan aplikasi tanpa hukuman yang tepat akan mendorong pengembang dan penerbit untuk terus tidak jujur dalam mengejar keuntungan. Namun hukuman mungkin belum turun, karena penyelidikan juga menyatakan bahwa DO Global bersalah menyembunyikan negara asalnya.

Studi ini juga menyoroti tiga aplikasi lain sehubungan dengan banyaknya jumlah izin yang mereka minta, seperti Emoji Flashlight, Samsung TV Remote Control dan WaWaYaYa.

Remote TV Samsung minta 58 izin, 23 di antaranya dapat dianggap berbahaya termasuk rekaman audio. Aplikasi WaWaYaYa mengumpan data pengguna kembali ke server Cina tanpa enkripsi.

Ketiga aplikasi ini tetap aktif, tapi Google kemungkinan akan menindak aplikasi yang jumlah permintaan izinnya tidak perlu.

Ada baiknya saat menjelajahi ruang aplikasi, Anda berhati-hati. Baca izin yang diminta sebelum menerima instalasi.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.